
BANJARMASIN — Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) STIENAS Banjarmasin melaksanakan kegiatan sosialisasi pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan di SMA Negeri 4 Banjarmasin, Selasa (20 Januari 2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari program kerja Satgas PPKPT STIENAS Banjarmasin dalam rangka membangun lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk kekerasan, khususnya di lingkungan sekolah menengah.
Sosialisasi dipimpin oleh Ketua Satgas PPKPT STIENAS Banjarmasin, Ibu Mailiana, SE, MM (Ibu Mei), bersama anggota satgas dari unsur mahasiswa, M. Ramadhani dan Muhammad Gemilang. Kegiatan ini diikuti oleh peserta didik dan warga sekolah dengan antusias.
Dalam pemaparannya, tim Satgas PPKPT menjelaskan berbagai jenis kekerasan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah, antara lain kekerasan fisik, kekerasan psikis, perundungan (bullying), diskriminasi, kekerasan seksual, serta bentuk kekerasan lainnya, termasuk kebijakan atau praktik sekolah yang berpotensi mengandung unsur kekerasan.
Selain itu, peserta juga dibekali pemahaman mengenai strategi pencegahan serta mekanisme penanganan kekerasan, termasuk pentingnya peran seluruh warga sekolah dalam menciptakan ruang belajar yang aman dan saling menghargai.
Ketua Satgas PPKPT STIENAS Banjarmasin, Ibu Mailiana, menegaskan bahwa edukasi sejak dini menjadi kunci utama dalam upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pendidikan.
“Melalui kegiatan sosialisasi ini, kami ingin menanamkan kesadaran bahwa segala bentuk kekerasan, baik fisik maupun nonfisik, tidak dapat dibenarkan di lingkungan pendidikan. Sekolah harus menjadi tempat yang aman, nyaman, dan mendukung tumbuh kembang peserta didik,” ujar Ibu Mei.
Ia juga menambahkan bahwa keberanian untuk melapor serta dukungan dari seluruh unsur pendidikan sangat dibutuhkan agar kasus kekerasan dapat dicegah dan ditangani secara tepat.
Melalui kegiatan ini, Satgas PPKPT STIENAS Banjarmasin berharap pesan anti-kekerasan dapat tersosialisasi secara luas serta mendorong terciptanya budaya saling menghormati di lingkungan sekolah.
STOP KEKERASAN. Lindungi orang di sekitar kita.