
Banjarmasin, 10 Januari 2026 – Pimpinan STIE Nasional Banjarmasin menggelar rapat hari ini untuk membahas sejumlah agenda strategis terkait penguatan tata kelola institusi dan kesiapan memasuki periode pengembangan tahun 2026.
Agenda pertama rapat adalah pemaparan kondisi eksisting periode 6–19 Januari 2026 sekaligus sosialisasi arah kepemimpinan baru STIE Nasional Banjarmasin. Pimpinan menyampaikan gambaran awal kondisi kelembagaan, tantangan yang dihadapi, serta prioritas pengembangan kampus ke depan.
Ketua STIE Nasional Banjarmasin, Dr. Soedjatmiko, S.E., M.A., Ak., CA., menyampaikan bahwa rapat ini menjadi momentum penting untuk menyatukan visi seluruh unsur pimpinan.
“Rapat ini menjadi langkah awal untuk menyamakan persepsi, memperkuat soliditas, serta memastikan seluruh kebijakan yang diambil benar-benar berorientasi pada peningkatan mutu, integritas, dan pelayanan kepada mahasiswa,” ujarnya.
Selanjutnya, rapat membahas rencana penerapan Sistem Manajemen Harmoni dan Transparansi (SMHT) sebagai kerangka kerja baru dalam pengelolaan institusi yang menekankan nilai keterbukaan, kolaborasi, dan akuntabilitas di seluruh unit kerja.
Agenda ketiga adalah penyiapan kebijakan etika komunikasi kerja dan tata kelola profesional, yang bertujuan membangun budaya organisasi yang sehat, saling menghormati, dan berorientasi pada kinerja serta pelayanan prima.
Rapat juga membahas rancangan Pendapatan dan Anggaran Belanja Bulan Februari 2026, sebagai langkah awal dalam memastikan perencanaan keuangan kampus berjalan efektif, efisien, dan selaras dengan arah strategis institusi.
Lebih lanjut, Dr. Soedjatmiko menambahkan,
“Kami ingin membangun STIE Nasional Banjarmasin sebagai institusi yang dikelola secara harmonis, transparan, dan profesional, sehingga mampu menjawab tantangan zaman dan memenuhi harapan masyarakat.”
Melalui rapat ini, STIE Nasional Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan profesionalisme, serta memastikan keberlanjutan dan mutu layanan pendidikan tinggi di bawah kepemimpinan baru.